Saat Semester Usai, Belajar Tak Ikut Usai
Liburan Semester 1
"Libur semester bukan berarti berhenti beraktivitas. Saya gunakan waktu ini untuk belajar hal baru, mencoba pengalaman berbeda, dan tetap mengasah kemampuan diri."
Minggu Awal
Minggu awal saya isi dengan kegiatan magang mandiri di sebuah kantor jasa pembuat software database dan berbagai kebutuhan IT lainnya. Saya masuk setiap hari Senin sampai Jumat mulai pukul 10.00 sampai 17.00 WIB. Setiap pukul 12.00 saya beristirahat dan biasanya berbincang bersama kakak kakak dari salah satu kampus di Lampung yang sudah semester 7. Dari situ saya mendapat banyak cerita dan gambaran tentang dunia kerja di bidang teknologi.
Day 1 saya melakukan perkenalan dengan seluruh tim di kantor tersebut. Jumlahnya sekitar 10 orang magang dan ditambah saya. Di hari pertama saya lebih banyak memahami roadmap IT yang ada di sana. Dari penjelasan tersebut saya mulai tertarik dengan jobdesk backend, jadi saya memilih untuk fokus mengamati dan memahami alurnya terlebih dahulu. Day 2 saya mulai belajar Express JS untuk memahami dasar server dan bagaimana menghubungkannya dengan database. Di sini saya mulai mengerti bagaimana request masuk dan bagaimana data diproses. Day 3 saya belajar PostgreSQL. Saya mulai mengenal query dasar, membuat tabel, dan memahami sistem database relasional. Day 4 saya melanjutkan PostgreSQL dan mencoba praktik langsung mengelola data serta menjalankan beberapa query sederhana di localhost. Last day saya belajar mengenai REST API dan membuat beberapa endpoint sederhana untuk menghubungkan database dengan aplikasi. Saya juga mencoba JSON request untuk tambah dan hapus data supaya lebih paham alur backend.
Pada hari Jumat sore saya berpamitan dengan Bapak Kepala Cabang Lampung sebagai perwakilan wilayah Lampung. Beliau berpesan agar saya terus belajar dan tidak cepat puas. Beliau juga menyampaikan bahwa saya boleh kembali belajar di tempat tersebut jika ingin menambah pengalaman dan memperdalam kemampuan di bidang backend. Dokumentasi juga saya videokan di video yt di bawah ini ๐
Minggu Kedua Liburan
Di minggu kedua saya melanjutkan proses belajar dengan membuat sebuah website sederhana berbasis PHP yang berfungsi sebagai database keluarga. Website ini memiliki sistem login dengan username dan password khusus sehingga hanya orang tertentu yang bisa mengaksesnya. Setelah berhasil login, pengguna bisa masuk ke halaman utama untuk melihat dan mengelola data yang ada. Saya juga menambahkan fitur untuk mengganti foto profil serta mengubah data diri, sehingga sistemnya terasa seperti aplikasi sungguhan. Project ini masih saya jalankan secara lokal menggunakan XAMPP, jadi masih dalam tahap simulasi di localhost dan belum dipublish ke internet. Walaupun belum online, dari sini saya jadi lebih paham cara kerja session, proses login, serta bagaimana data bisa diubah dan ditampilkan kembali di dalam sistem. Dokumentasi pengerjaannya juga saya videokan di bawah ini ๐
Minggu Ketiga
Dokumentasi kegiatan bisa dilihat pada poster di atas, tepat di bagian dekat judul.
Pada minggu ketiga saya mengikuti kegiatan pelayanan ke salah satu Lapas di Bandar Lampung. Saya berangkat bersama tim dari lingkungan dan satu orang suster untuk mengadakan ibadat oikoumene bersama para warga binaan. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang cukup berkesan bagi saya karena suasananya berbeda dari kegiatan ibadat yang biasa saya ikuti. Sesampainya di sana, kami mempersiapkan susunan ibadat dengan sederhana namun tetap khidmat. Saya mendapat tugas sebagai pembaca bacaan pertama dan bacaan kedua. Awalnya sempat merasa tegang karena membaca di tempat yang situasinya berbeda, tetapi setelah mulai berjalan saya merasa lebih tenang dan bisa menjalankan tugas dengan baik. Ibadat juga diiringi dengan pujian yang dinyanyikan bersama. Walaupun dilaksanakan di dalam lingkungan lapas, suasananya tetap terasa hangat dan penuh kebersamaan. Saya bisa melihat antusias dan perhatian dari para peserta yang mengikuti ibadat tersebut. Ibadat ini bersifat gabungan antara Katolik dan Kristen sehingga menjadi momen kebersamaan dalam perbedaan. Walaupun saya seorang Katolik, saya tidak menutup diri terhadap perbedaan dan justru merasa senang bisa terlibat dalam kegiatan seperti ini. Menurut saya, pelayanan dan nilai kebaikan bisa berjalan bersama tanpa harus membatasi diri. Bahkan saya juga terbuka jika nantinya ada kegiatan lintas agama saat kunjungan sosial ke lapas atau ke tempat sosial lainnya, karena dari situ saya belajar tentang toleransi, kebersamaan, dan arti pelayanan yang sesungguhnya.
Minggu Keempat Liburan
Di minggu keempat, saya tetap fokus belajar, tetapi lebih ke sisi komunikasi dan profesionalisme. Saya mengikuti kelas privat English untuk melatih kemampuan berbicara dan presentasi, khususnya dalam bahasa Inggris formal. Kondisi ini berbeda dengan dulu saat SMP atau SMA; sekarang saya sudah mahasiswa jurusan IT, sehingga materi yang saya pelajari lebih relevan dengan bidang saya. Saya memperbanyak vocabulary terkait IT, istilah teknis, serta cara menjelaskan proyek atau konsep software dengan jelas dan profesional. Selama kelas, saya mencoba mempresentasikan project di depan khalayak, belajar menguasai intonasi, kecepatan berbicara, dan cara menjawab pertanyaan. Harapannya, ketika nantinya bekerja, saya tidak kaget atau grogi saat harus melakukan presentasi atau diskusi profesional dengan bahasa Inggris. Minggu ini menjadi penutup liburan yang berbeda karena saya tidak hanya menyiapkan kemampuan teknis, tetapi juga komunikasi formal dan percaya diri untuk masa depan.
"Kita belajar bukan hanya untuk sekolah tapi juga untuk hidup. Saya menyadari dari pengalaman magang, pelayanan, dan latihan presentasi bahwa setiap langkah memberi pelajaran berharga bagi kita."