Ada aku di Prau, berdiri diam di antara dingin dan detak kagum.
Langit mulai membuka matanya, dan semburat jingga menari di garis
cakrawala.
Aku tak berkata apa-apa, hanya menatap seolah pagi itu adalah doa yang
dijawab.
Ada aku di Prau, bukan sebagai pendaki, tapi sebagai saksi.
Matahari perlahan menjahit warna di antara siluet gunung dan langit
yang belum sempurna.
Sesaat, dunia terasa penuh dan utuh, dan aku… hanyalah bayangan kecil
yang bersyukur.