Kadang, memberi itu terasa berat. Ketika kita merasa hidup sudah cukup
melelahkan, kebutuhan sendiri belum terpenuhi, kita sering bertanya:
βKalau kita memberi, siapa yang akan mencukupi kita?β Tapi justru dari
pengalaman-pengalaman kecil dalam hidup, kita menyadari satu hal
penting yaitu pada waktu kita memberi, kita tidak pernah dibiarkan
kekurangan. Ada berkat yang Tuhan sediakan dengan caraNya sendiri.
Itulah mengapa saya (π
πππππΎπ π·πππ) memilih judul ini: "Waktu Kita
Memberi, Kita Juga Diberkati".
Kadang yang kita miliki terasa terlalu sedikit untuk dibagikan. Tapi
kisah lima roti dan dua ikan dalam Injil hari ini mengingatkan kita
semua: Tuhan tidak membutuhkan banyak untuk melakukan sesuatu yang
besar. Yang Dia cari adalah hati yang mau percaya dan memberi. Yesus
menerima pemberian yang kecil itu, mengucap syukur, lalu
membagikannya. Hasilnya? Semua orang kenyang, bahkan ada sisa. Ini
menunjukkan bahwa saat kita memberi dengan tulus, Tuhan sanggup
melipatgandakannya. Berkat tidak selalu datang dalam bentuk uang atau
barang. Kadang justru dalam bentuk damai, sukacita, dan kekuatan
menjalani hari. Abram memberi sepersepuluh dari hasil kemenangannya
karena sadar semuanya berasal dari Tuhan. Yesus memberikan diriNya
dalam Ekaristi sebagai bentuk kasih yang paling dalam. Semua itu
menjadi teladan bahwa memberi bukan membuat kita kehilangan justru di
sanalah berkat Tuhan seringkali dinyatakan. Memberi tidak harus
menunggu lebih dulu. Yang Tuhan lihat adalah kesediaan hati. Dan kita
percaya, saat kita memberi, Tuhan juga tidak akan membiarkan kita
kekurangan. Ada berkat yang Tuhan sediakan, bahkan seringkali lebih
dari yang kita pikirkan.
Pertanyaan Reflektif :
"Apakah kita semua menyadari bahwa saat kita memberi, kita juga mendapat serta mengalami berkat dari Tuhan?"
Sumber: Kejadian 14:18β20, 1 Korintus 11:23β26, Lukas 9:11bβ17