"Waktu Kita Memberi, Kita Juga Diberkati"

dari Tegar Β·

Tubuh dan Darah Kristus

Kadang, memberi itu terasa berat. Ketika kita merasa hidup sudah cukup melelahkan, kebutuhan sendiri belum terpenuhi, kita sering bertanya: β€œKalau kita memberi, siapa yang akan mencukupi kita?” Tapi justru dari pengalaman-pengalaman kecil dalam hidup, kita menyadari satu hal penting yaitu pada waktu kita memberi, kita tidak pernah dibiarkan kekurangan. Ada berkat yang Tuhan sediakan dengan caraNya sendiri. Itulah mengapa saya (π“…π‘’π“ƒπ“Šπ“π’Ύπ“ˆ π’·π“π‘œπ‘”) memilih judul ini: "Waktu Kita Memberi, Kita Juga Diberkati".

Kadang yang kita miliki terasa terlalu sedikit untuk dibagikan. Tapi kisah lima roti dan dua ikan dalam Injil hari ini mengingatkan kita semua: Tuhan tidak membutuhkan banyak untuk melakukan sesuatu yang besar. Yang Dia cari adalah hati yang mau percaya dan memberi. Yesus menerima pemberian yang kecil itu, mengucap syukur, lalu membagikannya. Hasilnya? Semua orang kenyang, bahkan ada sisa. Ini menunjukkan bahwa saat kita memberi dengan tulus, Tuhan sanggup melipatgandakannya. Berkat tidak selalu datang dalam bentuk uang atau barang. Kadang justru dalam bentuk damai, sukacita, dan kekuatan menjalani hari. Abram memberi sepersepuluh dari hasil kemenangannya karena sadar semuanya berasal dari Tuhan. Yesus memberikan diriNya dalam Ekaristi sebagai bentuk kasih yang paling dalam. Semua itu menjadi teladan bahwa memberi bukan membuat kita kehilangan justru di sanalah berkat Tuhan seringkali dinyatakan. Memberi tidak harus menunggu lebih dulu. Yang Tuhan lihat adalah kesediaan hati. Dan kita percaya, saat kita memberi, Tuhan juga tidak akan membiarkan kita kekurangan. Ada berkat yang Tuhan sediakan, bahkan seringkali lebih dari yang kita pikirkan.

Pertanyaan Reflektif :
"Apakah kita semua menyadari bahwa saat kita memberi, kita juga mendapat serta mengalami berkat dari Tuhan?"

Sumber: Kejadian 14:18–20, 1 Korintus 11:23–26, Lukas 9:11b–17